Korupsi Dana P2SEM, Dosen Ditahan

Kamis, 28-5-2009 | 19:13 | rubrik: Madura Terkini

PAMEKASAN, pulau-madura.com. Kejaksaan Negeri (Kejari) Pamekasan, mulai melakukan upaya penahanan bagi para penerima dana Program Penanganan Sosial Ekonomi Masyarakat (P2SEM). Kali ini yang menjadi korban adalah Abd Hamid (45) warga asal Kabupaten Sampang, yang langsung dijebloskan ke dalam sel tahanan, Kamis (28/5).

Tersangka yang juga salah satu dosen Perguruan Tinggi (PT) swasta di Sidoarjo ini, ditahan setelah menjalani proses pemeriksaan dari penyidik kejaksaan, mulai jam 10.00 Wib. Dia ditahan karena dugaan kasus korupsi dana P2SEM, senilai Rp 250 juta.

Kepala Kejari Pamekasan, Kadarsyah SH, mengatakan, adanya penahanan terhadap tersangka, lebih didasarkan pada hasil pemeriksaan dan penyidikan yang sudah berjalan sekian lama. Hasil yang diperoleh, memang mengarah adanya keterlibatan dari tersangka.

”Dengan mengacu dari keterangan beberapa saksi, serta hasil pemeriksaan terhadap tersangka sendiri. Memang ada dugaan kuat mengarah korupsi, sehingga kami tahan,” terang Kadarsyah, Kamis (28/5).

Ia menjelaskan, modus operandi dalam kasus korupsi yang dilakukan tersangka dengan cara mengaku sebagai ketua LP2M Universitas Islam Madura (UIM), Kabupaten Pamekasan. Selanjutnya, korban membuat proposal fiktif yang berisi pengajuan untuk penelitian buah mengkudu, di Kabupaten Magetan.

Namun, sambungnya, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan kejaksaan, ternyata di UIM Pamekasan, tidak ada nama tersebut. Justru dari hasil pemeriksaan, yang bersangkutan ternyata selain sebagai dosen, juga merupakan staf pengajar SMA swasta di Kabupaten Sampang.

“Jadi, selain proposal yang digukanan tersangka adalah fiktif, dia (Abdul Hamid) juga mencatut nama LP2M,” ungkapnya.

Dia mengaku, dengan adanya penanganan kasus korupsi P2SEM tersebut, pihak kejaksaan telah berhasil menyelamatkan keuangan negara senilai Rp 250 juta, termasuk di dalamnya yang dikorupsi oleh tersangka Abdul Hamid.

Sementara itu, tersangka Abdul Hamid, lebih memilih untuk bungkam dan berusaha menghindar dari kejaran wartawan. Dia diapit oleh petugas kejaksaan, kemudian langsung dibawa ke mobil tahanan. (Syaiful Islam)

sumber klik disini
|
0 Responses

Posting Komentar

Untuk informasi lebih lanjut
hubungai segera
sobat evolusi.net
Jl. Imam Bonjol 21 H
Sampang-Madura-Jawa Timur-Indonesia 69212
email : sampang.bahari@yahoo.com