Tidak Ada Perlakuan Khusus


Hariyanto/rm

KONSENTRASI: TH mengerjakan soal unas di Rutan Kelas II-B Sampang di bawah pengawasan guru, anggota Polsek Torjun, dan pejabat rutan kemarin.

Siswa yang Garap Unas di Rutan dan Mapolres

SAMPANG-Pihak Rutan Kelas II-B Sampang tidak memberi perlakuan khusus bagi pelajar yang mengerjakan soal ujian nasional (unas) di lembaga naungan Departemen Hukum dan HAM RI tersebut.

"Sebab, durasi waktu yang mereka miliki guna mengerjakan soal unas mulai pukul 08.00 sampai pukul 10.00," ujar Kepala Rutan Kelas II-B Nur Akhmadi yang dikonfirmasi melalui Kasubsi Pelayanan Tahanan, Abdus Syakur Aminollah.

Menurut dia, tahanan titipan yang mengerjakan unas di rutan adalah TH. Siswa kelas III IPA SMAN 1 Torjun ini diduga kuat terlibat dalam kasus pencurian. "Saat mengisi lembar jawaban, yang bersangkutan ditemani salah seorang gurunya dan ditemani anggota Polsek Torjun Brigadir Samsuri. Termasuk saya dan Kasubsi Pengelolaan Subir," imbuhnya.

Dijelaskan, peserta unas nomor 350030445 ini mulai mengikuti unas sejak Selasa (21/4) lalu. Seharusnya, lajang kelahiran 22 Juli ini mengikuti unas sehari sebelumnya atau tepatnya Senin (20/4). "Tapi, sisa unas yang belum diikuti akan tetap dijalani oleh TH. Buktinya, yang bersangkutan akan melaksanakan unas hingga Senin (27/4) nanti," terangnya.

Brigadir Samsuri selaku pengawas dari Polsek Torjun menegaskan, tugas institusinya adalah mengawal pelaksanaan unas yang ditempuh TH. Termasuk, memastikan naskah soal unas dalam kondisi tersegel sebelum diserahkan kepada pelajar kelahiran tahun 1990 ini. "Pokoknya mulai berangkat sampai pulang, saya yang mengawal naskah dan lembar jawabannya," tegasnya.

Sementara tiga siswa SMAN 2 Sampang melaksanakan unas di Mapolres Sampang. Ketiganya adalah TP, ML dan TA. Ketiganya ditahan polisi karena diduga kuat terlibat dalam kasus dugaan persetubuhan. Mereka menjadi tahanan polisi sejak bulan Maret lalu.

Kendati kasusnya dalam penyidikan, polres membuka peluang selebar-lebarnya untuk mengikuti Unas. Apalagi, sudah ada rekomendasi dari Disdik Sampang.

TP, usai mengerjakan soal unas kepada koran ini mengatakan tidak mengalami kesulitan sedikitpun saat mengerjakan unas. Sebab, pihak kepolisian telah mengizinkan dia dan kedua kawannya membawa buku ke dalam sel.

"Kita diberi bekal buku kok. Jadi tidak ada kesulitan dan pengawas ruangan juga selalu memberikan kita arahan kalau ada kesulitan," ujarnya. (yan/ri/ed)

sumber klik disini
0 Responses

Posting Komentar

Untuk informasi lebih lanjut
hubungai segera
sobat evolusi.net
Jl. Imam Bonjol 21 H
Sampang-Madura-Jawa Timur-Indonesia 69212
email : sampang.bahari@yahoo.com