33 Ibu Gakin MOW Gratis
Minggu, April 26, 2009
(Kamis, 23 April 2009 08:08:09)
SAMPANG-Harapan Suhadah mengakhiri produktifitas kehamilan akhirnya terealisasi. Itu setelah, ia mengikuti program Modus Operasi Wanita (MOW) bersama 32 perempuan dari kalangan keluarga miskin (gakin) prakarsa Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Sampang di ruang bedah RSUD Sampang, kemarin (22/4).
Menurut dia, keputusan mengikuti MOW sudah dimusyawarahkan dengan suaminya, Mustar. "Sebab, kami sudah dianugerahi delapan anak dan lima cucu. Apalagi, anak kami yang bungsu masih berusia empat tahun. Jadi, wajar dong kalau kami memutuskan tidak hamil lagi," ujarnya malu-malu.
Hal senada disampaikan Jumiati. Menurut warga Desa Burung Gagah, Kecamatan Tambelangan ini, diberi kesempatan mengasuh dan membesarkan lima anak sudah cukup. Karena itu, ia memutuskan mengikuti MOW sambil membesarkan anak bungsunya yang kini berusia tujuh bulan.
"Keputusan ini atas persetujuan suami saya. Bahkan, Mas Buri yang mengantar saya langsung ke RSUD Sampang," katanya mencoba meyakinkan wartawan koran ini.
Sementara Jarmi, mengungkapkan hal yang sama ketika ditanya alasannya menjadi akseptor KB. "Anak kami sudah empat. Jadi, saya bersama suami rembugan mencari solusi terbaik. Selanjutnya, kami sepakat menggunakan alat kontrasepsi (alkon) KB jenis MOW," tegas warga Desa Tlagah, Kecamatan Banyuates ini.
Kepala BPPKB Kabupaten Sampang dr H Firman Pria Abadi yang kemarin didampingi Kabid KB Harunur Rasyid SH mengatakan, program MOW ini merupakan salah satu program unggulan Pemkab Sampang guna menekan angka kelahiran. "Program ini gratis dan diperuntukkan bagi ibu dari kalangan gakin," ujarnya.
Dibanding alkon yang lain, lanjut dia, MOW sangat diminati akseptor KB. Sebab, MOW sangat efektif mencegah kehamilan bagi pasangan suami istri (pasutri) yang menghendaki tidak mempunyai anak. "Sangat akurat karena prosentasenya mencapai 99 persen. Keunggulan lain, MOW aman dan tidak mengandung bahan kimia," tegasnya.
Dijelaskan, pihaknya akan kembali menggelar kegiatan serupa dalam waktu dekat. Sebab, jumlah akseptor KB yang berminat mengikuti MOW cukup banyak. "Sesuai jadwal, program ini bakal kembali digelar pada Rabu (29/4) mendatang. Jumlah peserta yang akan mengikuti program ini kabarnya sekitar 30 orang lebih," pungkasnya. (yan/ed/adv)
sumber klik disini
SAMPANG-Harapan Suhadah mengakhiri produktifitas kehamilan akhirnya terealisasi. Itu setelah, ia mengikuti program Modus Operasi Wanita (MOW) bersama 32 perempuan dari kalangan keluarga miskin (gakin) prakarsa Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Sampang di ruang bedah RSUD Sampang, kemarin (22/4).
Menurut dia, keputusan mengikuti MOW sudah dimusyawarahkan dengan suaminya, Mustar. "Sebab, kami sudah dianugerahi delapan anak dan lima cucu. Apalagi, anak kami yang bungsu masih berusia empat tahun. Jadi, wajar dong kalau kami memutuskan tidak hamil lagi," ujarnya malu-malu.
Hal senada disampaikan Jumiati. Menurut warga Desa Burung Gagah, Kecamatan Tambelangan ini, diberi kesempatan mengasuh dan membesarkan lima anak sudah cukup. Karena itu, ia memutuskan mengikuti MOW sambil membesarkan anak bungsunya yang kini berusia tujuh bulan.
"Keputusan ini atas persetujuan suami saya. Bahkan, Mas Buri yang mengantar saya langsung ke RSUD Sampang," katanya mencoba meyakinkan wartawan koran ini.
Sementara Jarmi, mengungkapkan hal yang sama ketika ditanya alasannya menjadi akseptor KB. "Anak kami sudah empat. Jadi, saya bersama suami rembugan mencari solusi terbaik. Selanjutnya, kami sepakat menggunakan alat kontrasepsi (alkon) KB jenis MOW," tegas warga Desa Tlagah, Kecamatan Banyuates ini.
Kepala BPPKB Kabupaten Sampang dr H Firman Pria Abadi yang kemarin didampingi Kabid KB Harunur Rasyid SH mengatakan, program MOW ini merupakan salah satu program unggulan Pemkab Sampang guna menekan angka kelahiran. "Program ini gratis dan diperuntukkan bagi ibu dari kalangan gakin," ujarnya.
Dibanding alkon yang lain, lanjut dia, MOW sangat diminati akseptor KB. Sebab, MOW sangat efektif mencegah kehamilan bagi pasangan suami istri (pasutri) yang menghendaki tidak mempunyai anak. "Sangat akurat karena prosentasenya mencapai 99 persen. Keunggulan lain, MOW aman dan tidak mengandung bahan kimia," tegasnya.
Dijelaskan, pihaknya akan kembali menggelar kegiatan serupa dalam waktu dekat. Sebab, jumlah akseptor KB yang berminat mengikuti MOW cukup banyak. "Sesuai jadwal, program ini bakal kembali digelar pada Rabu (29/4) mendatang. Jumlah peserta yang akan mengikuti program ini kabarnya sekitar 30 orang lebih," pungkasnya. (yan/ed/adv)
sumber klik disini
Posting Komentar
Untuk informasi lebih lanjut
hubungai segera
sobat evolusi.net
Jl. Imam Bonjol 21 H
Sampang-Madura-Jawa Timur-Indonesia 69212
email : sampang.bahari@yahoo.com