Siswa Baru SMAN 3 Sampang Dipungut Biaya Rp 890 ribu

Sampang Patroli

Untuk menempuh pendidikan kejenjang yang lebih tinggi, ternyata pada saat ini banyak keluhan dari masyarakat, yang pada umumnya mempunyai persoalan ekonomi,terutama di Kabupaten Sampang yang di perkuat oleh data Badan Pusat Statistik (BPS) yang terdaftar angka kemiskinan di Kabupaten Sampang paling tinggi atau besar sejawa timur: 77,20% keluarga miskin,disisi lain anak diusia sekolah masih banyak yang mogok,alias pengangguran,sehingga anak tidak mempumyai mutifasi dan cita-cita yang mantap dikarenakan tidak mempunyai bekal pendidikan yang layak
Dalam pemberitauan kepala Dinas PdanK Drs.Hery Purnomo MPd, menyebutkan lembaga sekolah untuk menerima siswa baru,tidak diperbolehkan adanya penarikan dana,dalam bentuk apapun,demi mengurangi tingkat anak putus sekolah untuk meneruskan kesekolah yang lebih tinggi dan meningkatkan SDM yang berkuwalitas dalam dunia pendidikan, demi membangun Sampang kedepan di era yang sangat maju pesat ini.

Seperti yang terjadi di SMAN 3 Sampang,untuk membantu operasional sarana dan prasarana di sekolah,siswa baru dipungut biaya Rp 890 ribu dengan alasan kepada patroli sebagian uang tersebut untuk membeli alat-alat sekolah yang masih kurang memadai,seperti computer,meja,bangku dan peralatan band,jumlah siswa yang mendaftar 143 untuk menjadi siswa baru di SMAN 3 Sampang,sedangkan pagu 120 siswa,jadi dana yang di peroleh SMAN 3 Sampang tahun 2008 Rp 106.800.000,-

Menurut kepala sekolah Hj. Lilik Musayyanah SPd, dana tersebut juga untuk seragam siswa termasuk atribut sekolah dan juga untuk ongkos jahit,karena minimnya sarana dan prasarana di sekolah untuk menunjang pendidikan belajar mengajar,”Kami akan belikan untuk itu,karena computer di sekolah hanya 10,sudah ada yang rusak 3, demi meningkatkan mutu kwalitas dan kreatifitas anak itu,kami harus lakukan penarikan dana tersebut,”terangnya.

Karena pemerintah sendiri masih belum bertindak tegas atas kekurangan yang ada di lembaga sekolah,dalam membantu untuk memenuhi sarana dan prasarana yang sangat di butuihkan oleh lembaga pendidikan,”Kami optimis kalau pemerintah daerah atau pusat mendukung semua kekurangan yang ada di lembaga,maka peserta didik dan anak didik sangat tidaklah sulit untuk menuju kejenjang SSN dan SBI.(Dar)


sumber klik disini
0 Responses

Posting Komentar

Untuk informasi lebih lanjut
hubungai segera
sobat evolusi.net
Jl. Imam Bonjol 21 H
Sampang-Madura-Jawa Timur-Indonesia 69212
email : sampang.bahari@yahoo.com