Ketika Para Stakeholder Pendidikan Kabupaten Sampang Berbicara GGSP Transparansi Informasi Kurang, Pendidikan Harus Berbenah

13 utusan stakeholder pendidikan di Kabupaten Sampang mengikuti workshop GGSP (good governance sektor pendidikan). Acara tersebut dilaksanakan di Hotel Tunjungan Surabaya (3-5 Juni). Semua penentu kebijakan pendidikan terlibat di dalamnya. Termasuk komisi D DPRD, dewan pendidikan, dinas P & K, LSM dan pers. Apa saja hasilnya?

SARI PURWATI, Surabaya.

-----------

BANYAK persoalan dalam dunia pendidikan yang hingga kini tak pernah surut, khususnya di Kabupaten Sampang. Termasuk di dalamnya mutu pendidikan, kualitas pendidik yang belum memadai, bangunan sekolah yang tidak layak, serta problematika lain yang masih belum menemukan titik terang. Selama 3 hari sejak 3 Juni lalu, peningkatan mutu pendidikan menjadi kajian utama dalam workshop GGSP yang diselenggarakan DBE-1 (decentralized basic education).

Empat kabupaten di Jawa Timur terlibat di dalamnya. Antara lain Kabupaten Pasuruan, Nganjuk, Bojonegoro dan Sampang.

Seperti yang diungkapkan H Sumadi, selaku utusan dari Dinas P & K Kabupaten Sampang. Bahwa, tanggung jawab pendidikan disetiap kabupaten -termasuk Sampang, tidak hanya tangung jawab dinas pendidikan. Partisipasi para stakeholder dan masyarakat sangat berpengaruh.

"Pendidikan itu tanggung jawab bersama. Kalau hanya dibebankan pada dinas, pasti tidak akan maksimal," papar Sumadi selaku Kasubdin Perencanaan Dinas P & K.

Salah satu yang perlu dilakukan sebagai tahapan awal adalah upaya untuk mengoptimalkan struktur pendidikan yang ada serta pelayanan yang baik terhadap publik. Itu, demi peningkatan mutu pendidikan yang baik. "Semua itu memang butuh waktu yang tidak sebentar, maka kerja sama yang baik sangat mempengaruhi," jelas Sumadi.

Meski demikian, Sumadi tidak menampik bahwa hingga kini masih ada permasalahan pendidikan yang harus segera dituntaskan. Salah satunya adalah, peningkatan APK (angka partisipasi kasar) untuk anak usia dini (2-4 tahun). Pendidikan wajib belajar 9 tahun masih mencapai 85 persen. Padahal target nasional harus mencapai 95 persen. "Ini yang akan menjadi garapan kita untuk tahun ajaran 2008-2009," tegas Sumadi.

Tidak hanya itu, kondisi bangunan sekolah yang notebene sebagai sarana pembelajaran bagi siswa hingga kini juga masih belum memadai. Pasalnya, masih banyak bangunan sekolah yang masih di luar dari kelayakan sebuah sarana pendidikan. Juga, ketersediaan tenaga pengajar yang masih kurang profesional.

"Uji kompetensi guru setelah ini akan menjadi rencana strategi pendidikan yang akan dilaksanakan," papar Sumadi.

Meskipun anggaran untuk pendidikan sudah lebih dari amanat UUD sebesar 20 persen, namun kenyataannya belum bisa menopang segala keterbatasan dan problematika dalam membangun pendidikan yang lebih baik. Karena itu, Sumadi berharap agar semua dana yang dikucurkan untuk pendidikan dijalankan sesuai jalur yang ada.

"Jika ditemui ada mark up, maka yang bertanggung jawab harus siap mengembalikan dan siap untuk dituntut secara hokum," tegasnya.

Senada dengan Sumadi, H Imam Ubaidillah selaku Ketua Komisi D DPRD Sampang berharap agar nantinya stakeholder yang ada selalu membina komonikasi yang intens untuk menjadikan sebuah kesepahaman. Itu tak lain demi meningkatkan mutu pendidikan itu sendiri. "Tanpa komonikasi yang baik, kita sulit mencapai semua perencanaan untuk pendidikan," ungkap Imam.

Masih menurut Imam, salah satu yang perlu dicapai dalam waktu dekat adalah bidang pengelolaan dalam perencanaan dan pelaksanaan dalam satuan pendidikan. Sehingga tercapai efisiensi dan efektifitas penyelenggaraan pendidikan.

Untuk itu, sarana dan prasarana seperti gedung sekolah yang menopang proses pembelajaran, termasuk penggunanaan teknologi informasi, harus terpenuhi. "Fasilitas dalam pendidikan itu sangat menunjang," ujar Imam.

Hal ini tak lain untuk membangun mutu pendidikan yang baik sesuai standart nasioanal pendidikan. "Kita optimistis apabila dari semua pelaku pendidikan sendiri bekerja keras untuk memajukan dan berusaha untuk memberdayakan potensi yang ada, maka penerapan GGSP akan tercapai dan pendidikan yang layak serta bermutu pasti terwujud," pungkas Imam. (*/ed)

Sumber Klik disini
0 Responses

Posting Komentar

Untuk informasi lebih lanjut
hubungai segera
sobat evolusi.net
Jl. Imam Bonjol 21 H
Sampang-Madura-Jawa Timur-Indonesia 69212
email : sampang.bahari@yahoo.com