Ketua KPU Kabupaten Sampang Dimintai Klarifikasi di Depan Kapolri
Minggu, April 26, 2009
JAKARTA, KOMPAS.com — Siang ini, Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary dijadwalkan bertemu dengan Kapolri dan Ketua KPU Kabupaten Sampang di Mabes Polri untuk mengklarifikasi data DPT Jawa Timur yang masih diragukan. Hal tersebut dilakukan KPU untuk memastikan benar tidaknya data tersebut.
Sejauh ini, KPU mensinyalir Daftar Pemilih Tetap (DPT) versi lima parpol yang tergabung dalam Poros Penegak Kebenaran salah. Indikasi itu muncul setelah membandingkan DPT versi parpol untuk Kabupaten Sampang, Jawa Timur, dengan data Administrasi Kependudukan Depdagri.
Menurut Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary, KPU menemukan tiga nama yang sama di DPT versi parpol tersebut dan data Adminduk, tetapi ternyata memiliki nomor identitas kartu yang berbeda. "Kalau benar beda, itu (data parpol) kan tidak tepat," ujar Hafiz di Kantor KPU, Jumat (20/3).
Tiga nama sama yang ditemukan di DPT versi parpol atas nama Sumroh. Namun setelah dicek, data Adminduk memuat NIK dan alamat yang berbeda dari nama-nama tersebut. Hafiz menyimpulkan mereka adalah orang-orang yang berbeda.
Sebelumnya, Hafiz belum mengatakan percaya dengan DPT versi parpol sebelum membandingkan DPT tersebut dengan data Adminduk dan DPT milik KPU Kabupaten Sampang. "Jadi bisa tahu, benar tidak data itu yang dipakai dalam pilgub Jawa Timur waktu itu," tutur Hafiz.
Sumber Klik disini
Sejauh ini, KPU mensinyalir Daftar Pemilih Tetap (DPT) versi lima parpol yang tergabung dalam Poros Penegak Kebenaran salah. Indikasi itu muncul setelah membandingkan DPT versi parpol untuk Kabupaten Sampang, Jawa Timur, dengan data Administrasi Kependudukan Depdagri.
Menurut Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary, KPU menemukan tiga nama yang sama di DPT versi parpol tersebut dan data Adminduk, tetapi ternyata memiliki nomor identitas kartu yang berbeda. "Kalau benar beda, itu (data parpol) kan tidak tepat," ujar Hafiz di Kantor KPU, Jumat (20/3).
Tiga nama sama yang ditemukan di DPT versi parpol atas nama Sumroh. Namun setelah dicek, data Adminduk memuat NIK dan alamat yang berbeda dari nama-nama tersebut. Hafiz menyimpulkan mereka adalah orang-orang yang berbeda.
Sebelumnya, Hafiz belum mengatakan percaya dengan DPT versi parpol sebelum membandingkan DPT tersebut dengan data Adminduk dan DPT milik KPU Kabupaten Sampang. "Jadi bisa tahu, benar tidak data itu yang dipakai dalam pilgub Jawa Timur waktu itu," tutur Hafiz.
Sumber Klik disini
Posting Komentar
Untuk informasi lebih lanjut
hubungai segera
sobat evolusi.net
Jl. Imam Bonjol 21 H
Sampang-Madura-Jawa Timur-Indonesia 69212
email : sampang.bahari@yahoo.com