BKSM Berganti BSM
Minggu, April 26, 2009
Senin, 27 April 2009 10:38:44)
Bantah Raibnya Dana BKSM APBN Depag
SAMPANG-Depag Sampang tak ingin dinilai tidak peduli terhadap kebutuhan pendidikan siswa miskin. Buktinya, depag mencari kepastian ke Kanwil Depag Jatim terkait raibnya dana BKSM (bantuan khusus siswa miskin) alokasi APBN Depag.
Hasilnya, BKSM untuk depag diketahui telah berganti nama menjadi BSM (bantuan siswa miskin). Dan itu artinya, dinas pendidikan (disdik) yang selama ini bertanggung jawab terhadap pengelolaan BKSM harus lepas tangan. Sebab, BSM akan dikelola langsung oleh Depag Sampang.
"Bantuan itu ada kok. Hanya saja tahun ini pengelolaannya langsung ditangani kita. Dan bantuan itu pengelolaannya ditangan kami dengan berganti nama menjadi BSM," terang Kasi Mapenda Mashari.
Dijelaskan, BSM yang dimaksud nantinya akan digelontorkan untuk siswa miskin di lembaga MI hingga MA negeri maupun swasta. Rinciannya, 13.631 siswa MI, 2.893 siswa Mts dan 1.468 siswa MA. Semua tersebar di 658 lembaga swasta dan 4 lembaga negeri di bawah lingkungan Depag Sampang. "Itu sudah keputusan dari pusat, jadi kalau disdik bilang dana APBN depag nihil, itu tidak benar," tandas Mashari.
Nantinya, masing-masing siswa akan mendapat bantuan yang jumlahnya beragam. MI sebesar Rp 360.000/siswa/tahun, MTs sebesar Rp 720.000/ siswa/tahun dan MA sebesar Rp 760.000/siswa/tahun. Itu, terhitung mulai Januari hingga Desember 2009.
Sementara itu, Kepala Disdik yang dikonfirmasi melalui Kabid Kebijakan dan Pembiayaan Sumadi, mengaku sangat kecewa terhadap pernyataan tersebut. Sebab jika mengacu pada pertemuan sosialisasi BKSM beberapa waktu lalu di Batu, Depag pusat memastikan bahwa dana APBN yang bersumber dari depag sudah bisa dicairkan untuk kebutuhan BKSM alokasi 2009 yang dikelola disdik.
"Kalau memang dana itu tidak ada, seharusnya dari dulu tidak ada wacana bahwa dana itu ada. Tapi kalau memang keputusannya seperti itu, kita tentu tidak bisa berbuat banyak," ujar Sumadi kecewa.
Dengan berkurangnya sumber dana, dipastikan BKSM tahun 2009 hanya akan digelontorkan pada 3.266 siswa SMA sederajat yang tersebar di 64 lembaga. Yang mana rinciannya adalah 17 lembaga SMA, 44 lembaga MA dan 3 lembaga SMA. "Kalau BSM kita juga punya. Dana bantuan tersebut juga diberikan untuk siswa tidak mampu di lembaga SD. Tapi tidak apa-apa, yang pasti kita hanya memaksimalkan anggaran yang datang dari APBD I dan APBD II," terang Sumadi.
BKSM yang fungsinya sama dengan BOS tersebut diyakini sangat diperlukan oleh sekolah untuk kebutuhan operasional siswa miskin. Nilai per siswa yang diberikan sebesar Rp 65.000 perbulan atau Rp 780 ribu pertahun. Itu berlaku untuk jenjang SMA, SMK maupun siswa MA. (ri/ed)
Sumber Klik disini
Bantah Raibnya Dana BKSM APBN Depag
SAMPANG-Depag Sampang tak ingin dinilai tidak peduli terhadap kebutuhan pendidikan siswa miskin. Buktinya, depag mencari kepastian ke Kanwil Depag Jatim terkait raibnya dana BKSM (bantuan khusus siswa miskin) alokasi APBN Depag.
Hasilnya, BKSM untuk depag diketahui telah berganti nama menjadi BSM (bantuan siswa miskin). Dan itu artinya, dinas pendidikan (disdik) yang selama ini bertanggung jawab terhadap pengelolaan BKSM harus lepas tangan. Sebab, BSM akan dikelola langsung oleh Depag Sampang.
"Bantuan itu ada kok. Hanya saja tahun ini pengelolaannya langsung ditangani kita. Dan bantuan itu pengelolaannya ditangan kami dengan berganti nama menjadi BSM," terang Kasi Mapenda Mashari.
Dijelaskan, BSM yang dimaksud nantinya akan digelontorkan untuk siswa miskin di lembaga MI hingga MA negeri maupun swasta. Rinciannya, 13.631 siswa MI, 2.893 siswa Mts dan 1.468 siswa MA. Semua tersebar di 658 lembaga swasta dan 4 lembaga negeri di bawah lingkungan Depag Sampang. "Itu sudah keputusan dari pusat, jadi kalau disdik bilang dana APBN depag nihil, itu tidak benar," tandas Mashari.
Nantinya, masing-masing siswa akan mendapat bantuan yang jumlahnya beragam. MI sebesar Rp 360.000/siswa/tahun, MTs sebesar Rp 720.000/ siswa/tahun dan MA sebesar Rp 760.000/siswa/tahun. Itu, terhitung mulai Januari hingga Desember 2009.
Sementara itu, Kepala Disdik yang dikonfirmasi melalui Kabid Kebijakan dan Pembiayaan Sumadi, mengaku sangat kecewa terhadap pernyataan tersebut. Sebab jika mengacu pada pertemuan sosialisasi BKSM beberapa waktu lalu di Batu, Depag pusat memastikan bahwa dana APBN yang bersumber dari depag sudah bisa dicairkan untuk kebutuhan BKSM alokasi 2009 yang dikelola disdik.
"Kalau memang dana itu tidak ada, seharusnya dari dulu tidak ada wacana bahwa dana itu ada. Tapi kalau memang keputusannya seperti itu, kita tentu tidak bisa berbuat banyak," ujar Sumadi kecewa.
Dengan berkurangnya sumber dana, dipastikan BKSM tahun 2009 hanya akan digelontorkan pada 3.266 siswa SMA sederajat yang tersebar di 64 lembaga. Yang mana rinciannya adalah 17 lembaga SMA, 44 lembaga MA dan 3 lembaga SMA. "Kalau BSM kita juga punya. Dana bantuan tersebut juga diberikan untuk siswa tidak mampu di lembaga SD. Tapi tidak apa-apa, yang pasti kita hanya memaksimalkan anggaran yang datang dari APBD I dan APBD II," terang Sumadi.
BKSM yang fungsinya sama dengan BOS tersebut diyakini sangat diperlukan oleh sekolah untuk kebutuhan operasional siswa miskin. Nilai per siswa yang diberikan sebesar Rp 65.000 perbulan atau Rp 780 ribu pertahun. Itu berlaku untuk jenjang SMA, SMK maupun siswa MA. (ri/ed)
Sumber Klik disini
Posting Komentar
Untuk informasi lebih lanjut
hubungai segera
sobat evolusi.net
Jl. Imam Bonjol 21 H
Sampang-Madura-Jawa Timur-Indonesia 69212
email : sampang.bahari@yahoo.com