Keluhan Petani Sampang setelah Gagal Panen akibat Banjir
Selasa, April 28, 2009
Mau Tanam Lagi, Bantuan Benih Padi Belum Turun
Banjir akibat luapan Kali Kemoning awal Maret lalu masih menyisakan kepedihan bagi petani. Mereka belum bisa menutupi kerugian karena belum bercocok tanam lagi. Mengapa?
SARI PURWATI, Sampang
---
BERDASARKAN catatan Dinas Pentanian (Disperta) Sampang, gagal panen padi akibat bencana banjir makin meluas. Jika saat banjir Desember 2008 lalu disperta mencatat lahan yang gagal panen hanya mencapai 19,6 hektare, sementara pada banjir awal Maret lalu meningkat hingga 93 hektare.
Puluhan hektare lahan padi milik petani yang gagal panen tersebut telah didata oleh disperta untuk diajukan mendapat bantuan benih padi. Data itu sudah dikirim ke Pemprov Jatim. "Agar segera mendapat bantuan benih baru," ujar Kepala Disperta Sampang Maryoso.
Puluhan hektare lahan padi yang rusak tersebar di dua kecamatan. Yakni, Kecamatan Kota Sampang dan Camplong. "Banjir yang kemarin (awal Maret) lebih besar dari banjir yang pertama, banyak petani yang mengeluh gagal panen," kata Maryoso.
Beberapa petani rugi akibat banjir diajukan untuk mendapat benih padi baru. Dengan benih itu petani bisa menanam ulang tahap kedua. "Kami terus hubungi Pemprov Jatim agar bantuan segera turun," akunya.
Sayangnya, bantuan benih padi baru disalurkan pada petani yang mengalami gagal panen akibat banjir Desember 2008 lalu. Sedangkan bantuan untuk petani yang gagal panen pada awal Maret belum ada kepastian.
"Benih untuk padi yang gagal panen pada Desember (2008) sudah kami berikan sesuai data. Tiap hektare kami bantu benih baru 25 kilogram. Tapi untuk petani korban banjir bulan ini belum ada kepastian," terang Maryoso.
Seperti diketahui, pada awal Maret lalu Sampang dilanda bencana banjir di beberapa daerah. Ratusan hektare lahan padi petani di Kecamatan Kota Sampang dan Camplong gagal panen. Sayangnya bantuan yang dinanti oleh para petani hingga kini tak kunjung datang.
Hasan, warga Kelurahan Panggung, Kecamatan Kota Sampang, korban banjir Maret lalu mengaku khawatir benih padi tidak kunjung datang. Padahal, dia akan kembali turun ke sawah untuk menanam ulang. "Sampai sekarang belum ada bantuan benih padi dari pemerintah. Padahal, dalam waktu dekat saya akan tanam ulang," ujarnya.
Kepala Desa Tambaan, Kecamatan Camplong, Sumartono juga berharap bantuan benih padi baru maupun pupuk segera dikucurkan pada para petani korban banjir. Sebab, akibat banjir beberapa waktu lalu ada sekitar 9 hektare tanaman padi yang rusak di desanya.
"Warga di sini mengharapkan bantuan benih itu bisa segera datang, agar mereka bisa secepatnya kembali turun ke sawah dan menanam ulang," katanya. (mat)
Sumber klik disini
Banjir akibat luapan Kali Kemoning awal Maret lalu masih menyisakan kepedihan bagi petani. Mereka belum bisa menutupi kerugian karena belum bercocok tanam lagi. Mengapa?
SARI PURWATI, Sampang
---
BERDASARKAN catatan Dinas Pentanian (Disperta) Sampang, gagal panen padi akibat bencana banjir makin meluas. Jika saat banjir Desember 2008 lalu disperta mencatat lahan yang gagal panen hanya mencapai 19,6 hektare, sementara pada banjir awal Maret lalu meningkat hingga 93 hektare.
Puluhan hektare lahan padi milik petani yang gagal panen tersebut telah didata oleh disperta untuk diajukan mendapat bantuan benih padi. Data itu sudah dikirim ke Pemprov Jatim. "Agar segera mendapat bantuan benih baru," ujar Kepala Disperta Sampang Maryoso.
Puluhan hektare lahan padi yang rusak tersebar di dua kecamatan. Yakni, Kecamatan Kota Sampang dan Camplong. "Banjir yang kemarin (awal Maret) lebih besar dari banjir yang pertama, banyak petani yang mengeluh gagal panen," kata Maryoso.
Beberapa petani rugi akibat banjir diajukan untuk mendapat benih padi baru. Dengan benih itu petani bisa menanam ulang tahap kedua. "Kami terus hubungi Pemprov Jatim agar bantuan segera turun," akunya.
Sayangnya, bantuan benih padi baru disalurkan pada petani yang mengalami gagal panen akibat banjir Desember 2008 lalu. Sedangkan bantuan untuk petani yang gagal panen pada awal Maret belum ada kepastian.
"Benih untuk padi yang gagal panen pada Desember (2008) sudah kami berikan sesuai data. Tiap hektare kami bantu benih baru 25 kilogram. Tapi untuk petani korban banjir bulan ini belum ada kepastian," terang Maryoso.
Seperti diketahui, pada awal Maret lalu Sampang dilanda bencana banjir di beberapa daerah. Ratusan hektare lahan padi petani di Kecamatan Kota Sampang dan Camplong gagal panen. Sayangnya bantuan yang dinanti oleh para petani hingga kini tak kunjung datang.
Hasan, warga Kelurahan Panggung, Kecamatan Kota Sampang, korban banjir Maret lalu mengaku khawatir benih padi tidak kunjung datang. Padahal, dia akan kembali turun ke sawah untuk menanam ulang. "Sampai sekarang belum ada bantuan benih padi dari pemerintah. Padahal, dalam waktu dekat saya akan tanam ulang," ujarnya.
Kepala Desa Tambaan, Kecamatan Camplong, Sumartono juga berharap bantuan benih padi baru maupun pupuk segera dikucurkan pada para petani korban banjir. Sebab, akibat banjir beberapa waktu lalu ada sekitar 9 hektare tanaman padi yang rusak di desanya.
"Warga di sini mengharapkan bantuan benih itu bisa segera datang, agar mereka bisa secepatnya kembali turun ke sawah dan menanam ulang," katanya. (mat)
Sumber klik disini
Posting Komentar
Untuk informasi lebih lanjut
hubungai segera
sobat evolusi.net
Jl. Imam Bonjol 21 H
Sampang-Madura-Jawa Timur-Indonesia 69212
email : sampang.bahari@yahoo.com